KUTAWARINGIN- Pesta demokrasi tingkat pekon atau desa di Kabupaten Pringsewu, Lampung, telah sukses digelar secara serentak pada tanggal 27 Oktober 2026. Salah satu wilayah yang turut serta dalam perhelatan akbar ini adalah Pekon Kutawaringin.
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak di Kabupaten Pringsewu yang melibatkan puluhan pekon dari berbagai kecamatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan di tingkat pekon.
Sejak pagi hari, suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pekon Kutawaringin sudah dipadati oleh warga yang berbondong-bondong datang untuk menyalurkan hak suara mereka. Dengan memegang prinsip Luber Jurdil (Langsung, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil), masyarakat dari berbagai kalangan usia tampak antusias berpartisipasi demi masa depan pekon yang lebih maju.
Sebelum hari pencoblosan tiba, tahapan demi tahapan telah dilalui dengan tertib oleh Panitia Pemilihan Pekon Kutawaringin. Mulai dari penjaringan bakal calon, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga masa kampanye damai yang memaparkan visi-misi para kandidat calon kepala pekon.
Kelancaran jalannya Pilkakon di Pekon Kutawaringin tidak lepas dari sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu, jajaran aparat keamanan dari Polres Pringsewu dan TNI, panitia tingkat pekon, serta kesadaran tinggi dari warga setempat. Pengamanan ketat dikerahkan untuk memastikan proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung aman, damai, dan tanpa hambatan berarti.
Dengan terpilihnya pemimpin yang baru, masyarakat Pekon Kutawaringin menaruh harapan besar agar roda pemerintahan pekon kedepan dapat berjalan semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.Pilkakon bukan sekadar ajang menang atau kalah bagi para calon, melainkan titik awal bersatunya kembali seluruh warga Kutawaringin untuk mendukung program-program pembangunan desa. Mulai dari peningkatan infrastruktur fisik seperti jalan pekon,optimalisasi sektor pertanian unggulan yang menjadi identitas wilayah, hingga penguatan program digitalisasi desa melalui Smart Village.
Semoga kepemimpinan yang lahir dari rahim demokrasi ini mampu membawa Pekon Kutawaringin semakin maju, mandiri, dan sejahtera ke depannya.